Menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan menjadi tanggung jawab bersama, semua demi anak cucu nantinya. Menghadiri Seminar dalam rangka Peringatan Hari Ibu "Perempuan Berdaya, Indonesia Maju" di Pendopo Agropark Trenggalek, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Ibu Novita Hardini, SE., ME., mengapresiasi perempuan bergerak cepat membuat komitmen menjaga bumi.
Dalam kegiatan ini Anggota DPR RI Dapil VII Jatim itu juga melaunching program "Pengantin Menjaga Bumi", suatu gerakan dan komitmen keterlibatan keluarga dalam menjaga mininal lingkungan sekitarnya. Peluncuran program baru itu ditandai dengan penanaman Bibit Alpukat di sekitar Pendopo Agropark Trenggalek.
"Alhamdulillah saya mengapresiasi adanya gerak cepat dari perwakilan masing masing organisasi perempuan untuk bisa menjadikan peringatan hari ibu ini sebagai sebuah bentuk komitmen bersama, perempuan menjaga bumi," ucap Master of Economic UIN SATU itu, Senin (16/12/2024).
Termasuk hari ini, sambungnya menambahkan "pengantin menjaga bumi. Ini adalah bentuk nyata keterlibatan perempuan membangun kesadaran disetiap rumah tangga di Kabupaten Trenggalek. Bersama-sama bukan hanya perempuan tapi juga pasangan suami istri. Satu keluarga sampai anak-anaknya menjaga lingkungan mulai dari rumahnya masing-masing," pesannya.
Dari kegiatan ini, penggiat perempuan dan UMKM itu meninjau bencana banjir di Kelurahan Kelutan Trenggalek. Mendampingi suami yang memimpin langsung penanganan bencana, perempuan cantik itu bersama anak laki-lakinya menggunakan perahu karet, untuk memastikan warga masyarakat terdampak sudah mendapatkan penanganan bencana.
Ibu Novita dan suami sempat membujuk salah satu lansia di RT 12, Kelurahan Kelutan yang tidak mau mengungsi. Meskipun debit air sudah mulai surut tapi hujan masih turun. Ditakutkan ada banjir susulan yang bisa membahayakan sang nenek. Untuk itu pasangan suami istri itu membujuk agar lansia ini mau diungsikan.
Kemudian perubahan iklim ekstrem yang terjadi saat ini sebagai peringatan bagi kita untuk menjaga alam ini dengan baik. Sekarang mungkin kita akan sulit memprediksi cuaca. Hujan tidak bisa diprediksi dan bisa menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor. Bahkan kemarau bisa lama terjadi sehingga mengakibatkan kekeringan.
Berbeda dengan 20 atau 30 tahun yang lalu. Dimana cuaca sangat bersahabat dengan manusia. Makanya dalam peringatan Hari Ibu kali ini Ibu Novita mengajak keterlibatan perempuan dalam menjaga keseimbangan alam.
#PKKTrenggalekMeroket
(TP-PKK Kabupaten Trenggalek, disadur dari Prokopim)