Masih dalam rangka mendorong kemandirian pangan warganya, Ketua TP-PKK Kabupaten Trenggalek, Ibu Novita Hardini, SE., ME., menginisiasi program PETANI MILENIAL.
Pada tahun 2024, sebagai Ketua Kelompok Tani Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini menginisiasi gerakan petani milenial di Kabupaten Trenggalek. Pada kunjungannya, hari sabtu 8 Maret 2025, Novita tampak bahagia melihat generasi milenial mempratekkan program pertanian dengan sitem Green House di Desa Kerjo, Kecamatan Karangan.
Anggota DPR RI Dapil VII Jatim itu berharap ini bisa menjadi inspirasi bagi pemuda lain untuk meraih kesuksesan dengan bercocok tanam. "Pertama saya sangat mengapresiasi beberapa himbauan terkait bercocok tanam kepada generasi milenial pada tahun 2023 yang lalu. Ternyata direalisasikan dengan sangat baik, bahkan melampaui bayangan saya," ungkap Ibu Novita Hardini, Sabtu (8/3/2025).
Di sini banyak sekali perkebunan melon yang mana satu media ini bisa menghasilkan 2 ton sekali panen. Dan ini biasanya tidak hanya dikirim di Trenggalek saja, tapi sudah masuk ke modern modern market. Salah satunya hari ini kita ada di Desa Kerjo, inj ada petani milenial yang juga dasawisma.
Jadi dasawisma di sini juga mengelola dari sisi managementnya. Dan ini sudah memalui 5 kali panen. Terima kasih ini telah menjadi salah satu laporan baik yang nanti akan saya laporkan ke Pak Bupati.
"Mungkin kami dari tim penilai menjadi lebih susah. Dasawisma yang mana yang akan kami menangkan. Karena ini cukup menjadi alasan kuat, menjadi kandidat yang wajib untuk kita berikan aspirasi," tandasnya.
Dalam kunjungannya bersama tim, Master of Economic UINSATU itu berkesempatan memetik Buah Melon yang di budidayakan pria yang bernama Bapak Tedy. Rencananya panen Melon di Green House ini akan dilakukan 3 hari kedepan.
Dalam kesempatan yang sama pemilik kebun Melon, Tedy menceritakan budidaya Melon dengan sistem Green House itu dilakukannya setahun yang lalu. Dan selama itu pihaknya sudah berhasil 5 kali panen. Artinya bertani Melon dengan sistem ini cukup menjanjikan.
Kepada awak media, pria ini menceritakan "luasan lahan sekitar 500 meter persegi dan ini bisa menampung kapasitas 1.200 batang atau 1.200 pohon. Kalau misalnya potensi panen itu insyaallah 1,5 hingga 2 ton per musim," ungkapnya disela kunjungan Ketua TP-PKK Trenggalek.
Satu musim tanam itu sekitar 2 sampai 3 bulan, kalau menggunakan tanah. Tapi kalau menggunakan hidroponik seperti ini, cukup 2 bulan. Karena tidak perlu pengolahan tanah. Hanya perlu mengganti airnya saja.
Lebih lanjut Tedy menambahkan "harga per kilo melonnya macam-macam, tinggal varietas yang ditanam. Dan utu rata-rata Rp. 25-30 ribu per kilo. Sedangkan berat melon sendiri rata-rata satu buah itu 1,5 hingga 2 kg," jelasnya.
Petani muda ini menegaskan kenapa dirinya memilih bertani melon karena menurutnya Melon itu karena perputaran uang modalnya lebih cepat. Karena hanya membutuhkan waktu 2-3 bulan sudah bisa dikonsumsi buahnya. Kemudian alasan lainnya karena masih jarang yang menggunakan sistem Green House seperti yang dilakukannya. Karena dengan cara ini dipercaya lebih aman dari hama penyakit.
#PKKTrenggalekMeroket
(TP-PKK Kabupaten Trenggalek, disadur dari Prokopim)